Halaman Utama Listing Mahasiswa Listing Dosen Listing Materi
Rabu. 30 Juli 2014 - 05:54 WIB
 
KULIAH ONLINE [BETA]
SEDANG ONLINE
13  Pengunjung sedang Online.
0  Pengunjung telah Login.
0  diantaranya dosen.
0  diantaranya mahasiswa.
 
Lebih Detail»
LOGIN
Username:
Password:
Dosen Mahasiswa
 
DAFTAR
Pilih tipe account, lalu klik daftar untuk melakukan pendaftaran.

 
LUPA PASSWORD
Bagi Mahasiswa dan Dosen yang lupa dengan passwordnya, silahkan untuk menggunakan fasilitas lupa password »
Jumlah Pengunjung :
19503812



link directory

Materi: Pengantar SosKom-Kebudayaan-Sosialisasi

Listing Materi Perkuliahan / Pengantar SosKom-Kebudayaan-Sosialisasi
Nama Dosen:Nico Reinaldo, S.I.Kom.
Nama Kelas:IK-3 Semester II
Nama Matakuliah:Sosilogi Komunikasi
Pengantar SosKom-Kebudayaan-Sosialisasi 
-Pengantar Sosiologi- “Sosiologi merupakan Ilmu Sosial yang objeknya adalah Masyarakat” Ciri-ciri Utama: a. bersifat Empiris b. bersifat Teoritis c. bersifat Kumulatif d. bersifat non-etis
Isi Materi-Pengantar Sosiologi- “Sosiologi merupakan Ilmu Sosial yang objeknya adalah Masyarakat” Ciri-ciri Utama: a. bersifat Empiris b. bersifat Teoritis c. bersifat Kumulatif d. bersifat non-etis Menurut Roucek dan Warren, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok. Sedangkan menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, Sosiologi (ilmu masyarakat) adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial, dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial. Hakikat Sosiologi: a. Sosiologi adalah suatu ilmu sosial, bukan ilmu pengetahuan alam atau ilmu kerohanian b. Merupakan disiplin yang kategoris, membatasi apa yang terjadi dewasa ini c. Merupakan ilmu pengetahuan murni (Pure Science), bukan ilmu terapan (applied science) d. Merupakan ilmu pengetahuan abstrak dan bukan ilmu pengetahuan konkrit. e. Merupakan ilmu pengetahuan umum, bukan ilmu pengetahuan khusus. Definisi Sosiologi Komunikasi Menurut Soejono Soekanto (1992:421). Sosiologi Komunikasi merupakan kekhususan sosiologi dalam mempelajari interaksi sosial yaitu suatu hubungan atau komunikasi yang menimbulkan proses saling mempengaruhi antara individu dengan kelompok maupun antar kelompok. Objek Sosiologi adalah masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia, dan proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat. Menurut Selo Soemardjan, Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. Kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan masyarakat agar dapat terus hidup antara lain: a. Adanya Populasi b. Informasi c. Energi d. Materi e. Sistem Komunikasi f. Sistem produksi g. Sistem distribusi h. Sistem organisasi sosial i. Sistem pengendalian sosial j. Perlindungan masyarakat terhadap ancaman pada jiwa atau harta bendanya. Komponen-Komponen dasar suatu masyarakat - Populasi, yakni warga-warga suatu masyarakat yang dilihat dari setiap sudut pandangan kolektif. - Kebudayaan adalah hasil karya, cipta dan rasa dari kehidupan bersama yang mencakup sistem lambang-lambang dan informasi/ - Organisasi Sosial, yakni hubungan antara warga-warga masyarakat yang bersangkutan, mencakup individu, peranan-peranan, kelompok sosial, kelas sosial. -KEBUDAYAAN DAN MASYARAKAT- Masyarakat adalah orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan. Menurut Melville J. Herskovits dan Bonislaw Malinowski, Kebudayaan adalah sesuatu yang super-organic, karena kebudayaan yag turun temurun dari generasi ke generasi tetap hidup terus walaupun orang yang menjadi anggota masyarakat silih berganti dikarenakan kematian dan kelahiran. Kebudayaan, cultuur (Belanda), Culture (Inggris), “Colore” (Latin), yang berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan, dengan kata lain sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan mengubah alam. 3 wujud kebudayaan menurut Koentjaraningrat (1974): 1. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-narma, dan peraturan. 2. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks dari aktivitas kelakuan berpola dari manuisa dalam masyarakat. 3. Wujud kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia. Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta buddhayah, bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal. Maka dapat diartikan “hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal” Menurut E.B. Tylor (1871) Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan lain kemampuan serta kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Unsur-unsur Kebudayaan Menurut Melville J. Herskovits: 1. alat-alat tekonolgi 2. sistem ekonomi 3. keluarga 4. kekuasaan politik Hasil karya masyarakat menghasilkan teknologi. Pada hakikatnya, teknologi paling sedikit meliputi 7 unsur, yaitu: 1. alat-alat produktif, 2. senjata, 3. wadah, 4. makanan dan minuman, 5. pakaian dan perhiasan, 6. tempat berlindung/perumahan, 7. alat-alat transpotasi. Sifat dan hakikat kebudayaan: 1. Kebudayaan terwujud dan teralurkan dari perilaku manusia, 2. kebudayaan telah ada lebih dahulu mendahului lahirnya suatu generasi tertentu, dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan, 3. kebudayaan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya, 4. kebudayaan mencakup aturan-aturan berisikan kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan yang dilarang dan yang diizinkan. -LEMBAGA KEMASYARAKATAN (LEMBAGA SOSIAL)- Lembaga Kemasyarakatan adalah himpunan norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok di dalam kehidupan masyarakat. Wujud konkrit Lembaga Kemasyarakatan adalah asosiasi. Contoh: Universitas adalah Lembaga Kemasyarakatan, UNIKOM adalah Asosiasi. Ciri-ciri Umum dan Fungsi Lembaga Kemasyarakatan Menurut Gillin dan Gillin, beberapa ciri umum Lembaga Kemasyarakatan: 1. Adalah organisasi pola-pola pemikiran dan pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas kemasyarakat dan hasil-hasilnya, 2. suatu tingkat kekekalan tertentu merupakan ciri dari semua Lembaga Kemasyarakatan, 3. mempunyai satu atau beberapa tujuan tertentu, 4. mempunyai alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencaai tujuan lembaga tersebut, seperti bangunan, peralatan, mesin. 5. lambang-lambang merupakan ciri khas dari Lembaga Kemasyarakatan, 6. mempunyai tradisi tertulis atau tidak tertulis yang merumuskan tujuan, tata tertib yang berlaku. Fungsi Lembaga Kemasyarakatan: Memberi pedoman kepada anggota masyarakat bagaimana bertingkahlaku atau bersikap, menjaga keutuhan masyarakat bersangkutan, memberikan pegangan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial (social control). Paling sedikit ada 5 golongan Alat-alat pengendalian sosial, antara lain: 1. Mempertebal keyakinan anggota masyarakat akan kebaikan norma-norma kemasyarakatan, 2. Memberikan penghargaan kepada anggota masyarakat yang taat pada norma-norma kemasyarakatan, 3. Mengembangkan rasa malu dalam diri atau jiwa anggota masyarakat bila mereka menyimpang, 4. Menimbulkan rasa takut, 5. Menciptakan sistem hukum tata tertib yang tegas bagi para pelanggar. -INTERKASI SOSIAL- Komunikasi merupakan dasar dari eksistensi suatu masyarakat. Komunikasi sebelum mempunyai bentuk-bentuknya yang konkrit yang sesuai dengan nilai-nilai sosial dalam suatu masyarakat, ia mengalami suatu proses terlebih dahulu. Proses-proses inilah yang dimaksudkan dan disebut sebagai proses sosial. Gillin dan Gillin mengatakan bahwa, Proses Sosial adalah cara-cara berhubungan yang dapat dilihat apabila orang-perorangan dan kelompok-kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut, atau apa yang akan terjadi bila ada perubahan yagn menyebabakan goyahnya cara-cara hidup yang telah ada. Bentuk-bentuk umum proses-proses sosial adalah interaksi sosial yang merupakan kunci dari semua kehidupan sosial. Interaksi Sosial adalah hubungan antara dua orang atau lebih individu manusia, dimana kelakuan individu yang satu mmpengaruhi, mengubah atau memperbaiki kehidupan individu yang lai atau sebaliknya. Menurut Gillin dan Gillin, ada dua syarat yang harus dipenuhi agar suatu interaksi sosial mungkin terjadi, yaitu: adanya kontak sosial, dan adanya komunikasi. 3 bentuk Kontak Sosial yaitu, individu dan individu, individu dan kelompok, kelompok dan kelompok. Penggolongan lain kontak sosial yaitu bersifat primer dan sekunder. Jika kontak dapat langsung bertemu dan berhadapan muka disebut bersifat primer. Sedangkan bila kontak diperlukan suatu perantara berupa perorangan atau media,kontak tersebut disebut bersifat sekunder. Bentuk-bentuk Interkasi Sosial Menurut Gillin dan Gillin ada 2 macam proses sosial yang timbul akibat adanya interaksi sosial, yaitu: 1. Proses Asosiatif, terbagi atas: Akomodasi, Asimilasi dan Akulturasi. 2. Proses Disosiatif, mencakup: Persaingan dan persaingan yang meliputi kontraversi/pertikaian/conflict. a. Kerjasama Menurut Charles. H. Cooley: kerjasama timbul bila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama, mempunyai cukup pengetahuan dan pengendalian diri, kesadaran akan adanya kepentingan-kepentingan yang sama. Ada 5 bentuk kerjasama i. Kerukunan, mencakup gotong-royong dan tolong-menolong ii. Bargaining, pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa 2 organisasi atau lebih. iii. Ko-optasi, proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan/pelaksanaan politik. iv. Koalisi, kombinasi antara 2 organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama. v. Joint-Venture, kerjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu, film. Minyak, hotel, dll. b. Akomodasi Tujuan:- untuk mengurangi pertentangan individu atau kelompok - untuk mencegah meledaknya suatu pertentangan sementara waktu - memungkinkan kerjasama antara kelompok-kelompok yang hidup terpisah - mengusahakan peleburan antara kelompok-kelompok yang terpisah. Bentuk-bentuk Akomodasi yang penting adalah: 1. coercion 2. compromise 3. arbitration 4. mediation 5. cociliation 6. toleration 7. stalemate 8. adjudication c. Asimilasi Faktor-faktor yang mempermudah terjadinya asimilasi: 1. toleransi 2. kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang 3. sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya 4. sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat 5. persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan 6. perwakilan campuran 7. adanya musuh bersama dari luar. Faktor-faktor yang menghalangi terjadinya asimilasi: 1. kehidupan golongan tertentu dalam masyarakat terisolasi 2. kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi 3. perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi 4. perasaan bahwa kebudayaan golongan atau kelompok tertentu superior dari lainnya 5. perbedaaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri fisik 6. adanya in-group feeling yang kuat 7. apabila golongan minoritas mengalami gangguan golongan yang berkuasa 8. perbedaan kepentingan dan pertentangan pribadi d. Persaingan / Competition Bentuk-bentuk persaingan: 1. persaingan ekonomi 2. persaingan kebudayaan 3. persaingan untuk mencapai kedudukan dan peranan teretentu dalam masyarakat 4. persaingan karena perbadaan ras Fungsi persaingan: 1. untuk menyalurkan keinginan-keinginan yang bersifat kompetitif 2. kepentingan tersalurkan dengan sebaik-baiknya 3. sebagai alat untuk mengadakan seleksi atas dasar seks dan seleksi sosial 4. alat untuk menyaring warga golongan karya untuk mengadakan pembagian kerja. Hasil suatu persaingan: 1. perubahan kepribadian 2. kemajuan 3. solidaritas kelompok 4. disorganisasi d. Pertentangan atau pertikaian Suatu proses sosial dimana individu atau kelompok berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan dengan ancaman atau kekerasan. Sebab terjadi pertentangan: 1. Perbedaan individu 2. perbedaan kebudayaan 3. perbedaan kepentingan 4. perubahan sosial Bentuk-bentuk pertentangan: 1. pertentangan pribadi 2. pertentangan rasial 3. pertentangan kelas-kelas sosial 4. pertentangan politik 5. pertentangan yang bersifat internasional Akibat dari bentuk pertentangan: 1. tambahnya solidaritas in-group 2. goyah atau retaknya persatuan kelompok 3. perubahan kepribadian 4. akomodasi, dominasi, dan takluknya satu pihak tertentu. -SOSIALISASI- Menurut Peter Berger, Sosialisasi is a process by which a child learns to be a participant member of society. “Proses melalui mana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat. Menurut George Herbert Mead dalam Mind, self, and society menguraikan tahap pengembangan diri manusia. Tahap pertama Play Stage: seorang anak belajar mengambil peran orang disekitarnya, meniru peran, belum sepenuhnya memahami isi perang yang ditirunya. Tahap kedua Game Stage: telah mengetahui peran yang harus dijalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi. Tahap ketiga, Generaized Other: seseorang telah mampu mengambil peran yang dijalankan orang lain dalam masyarakat, memahami peranannya sendiri serta orang lain. Menurut Charles H. Cooley, konsep diri (self-concept) seseorang berkembang melalui interaksinya dengan orang lain. Atau disebut Looking-glass self. Looking-glass self terbentuk melalui 3 tahap: 1. seseorang mempunyai persepsi mengenai pandangan orang lain terhadapnya 2. seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian orang lain terhadap penampilannya. 3. seseorang mempunyai perasaan terhadap apa yang dirasakannay sebagai penilaian orang lain terhadapnya. Agen Sosialisasi (Agents Of Socialization) Adalah pihak yang melakukan sosialisasi. Jacobs (1973: 168-208) mengidentifikasikan 4 agen sosialisasi utama: 1. Keluarga 2. Kelompok Bermain 3. Media Massa 4. Sistem Pendidikan Pola Sosialisasi 1. Sosialisasi Refresif (Refressive Socialization), menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan. Peran keluarga sebagai Significant other. 2. Sosialisasi Partisipatois (Participatory Socialization), merupakan pola yang didalamnya anak diberi imbalan bil bernuat baik, hukuman imbalan bersifat simbolik, anak diberi kebebasan, komunikasi lisan. Peran keluarga sebagai generalized other.
Update : 08:54:52 14/05/2011